Sabtu, 18 Februari 2012

memasang GYH di facebook


Apa itu GYH? Sebuah pertanyaan yang sering diajukan pada saya lewat jejaring sosial facebook. Pertanyaan ini muncul karena dalam status yang saya update seringkali saya menggunakan GYH sebagai salam penutup. Pemberi pertanyaan tersebut tentu adalah orang-orang cerdas, orang yang suka penasaran, atau mungkin orang yang sepakat dengan esensi dari status saya. Saya senang dengan mereka.
GYH adalah singkatan dari Get Your Harmony. Saya mulai menggunakan GYH sebagai penutup status facebook ketika saya menemukan sebuah paradigma baru yang saya namakan Progresif-Harmoni. Paradigma ini membuat kehidupan saya menjadi berlipatganda keindahannya dan mudah digali maknanya. Dengan progresif-harmoni, saya terbantu untuk memerangi virus-virus zaman yang ternyata secara diam-diam mengerdilkan pemikiran saya. Jika anda adalah pecinta zaman anda mungkin tidak sepakat dengan saya, tapi saya bicara realita dan saya tidak memaksa untuk disepakati.
Progresif-Harmoni merupakan sebuah paradigma baru tentang kebenaran sejati yang tolak ukurnya adalah keindahan. Saya berpendapat, berfilosofi, bahwa setiap langkah manusia didasarkan pada keindahan. Saya tidak mengada-ada atau coba-coba, ini hasil dari pemikiran yang saya dalami semendasar mungkin. Anda lapar? Anda makan karena anda tahu indahnya kenyang. Anda lapar? Anda tidak makan karena anda ingin merasakan indahnya ‘merakyat” (Penggunaan diksi ini berangkat dari kondisi rakyat di negeri kita yang terlalu banyak rasa-rasa laparnya). Ya, anda membutuhkan keindahan sehingga anda berbuat. Anda membutuhkan keindahan sehingga melakukan berbagai tindakan, baik itu tindakan yang menawarkan indahnya positif, atau mungkin yang menunjukkan indahnya negatif, atau bahkan, indahnya interogatif! (Hehehe, ini bagian orang cerdas, indahnya nanya-nanya, indahnya merenung-renung).
Itu poin pertamanya. Poin kedua, saya berpendapat, berfilosofi, bahwa ada dua jenis keindahan yaitu keindahan harmoni dan keindahan romantika. Contoh keindahan harmoni adalah keindahan yang tampak pada kesempurnaan alam, keindahan yang tampak pada kesempurnaan kasih Tuhan, keindahan yang tampak pada konsep surga. Harmoni adalah keindahan yang sejati. Ini yang saya anut sehingga saya memandang Dia, Yang Maha Agung, Yang Sejati, sebagai Sang Harmoni. Dalam paradigma Progresif-Harmoni, Tuhan adalah Sang Harmoni. Jadi, hidup dalam jalan harmoni berarti hidup dalam Dia, hidup menuju Dia, hidup demi Dia, hidup mengikut Dia.
Jenis keindahan yang kedua adalah keindahan romantika. Romantika bisa diartikan sebagai gelombang. Contoh keindahan romantika adalah keindahan yang anda dapat ketika anda menghabiskan banyak energi dengan asyik bermain game online atau ketika anda menghayati sinetron-sinetron bertema romansa. Oh… Anda dibuat bergelombang, anda dibuat naik-turun. Keindahan yang membuat anda naik-turun inilah yang saya namakan keindahan romantika. Sifatnya tidak sejati, hanya sementara. Kalau orang yang sering bergelut dalam bidang kerohanian biasa membahasakannya sebagai keindahan duniawi.
Sebenarnya saya sangat ingin membahas dengan lebih jelas lagi dan menjabarkan secara panjang-lebar tentang yang indah-indah ini, maksud saya tentang kedua jenis keindahan yang saya jadikan sebagai dasar pemikiran. Membahas yang indah-indah adalah esensi hidup anda, pengisi makna anda, dan saya sangat ingin mengindahkan anda. Saya ingin sesama manusia saling mengindahkan, saling menghidupkan. Ah… Indahnya…. Tapi saya takut tulisan ini kepanjangan dan kehilangan keindahan, maka saya membatasinya.
Poin ketiga, saya berpendapat, berfilosofi, bahwa mengikut romantika akan membuat kita semakin jauh dari harmoni, tetapi mengikut harmoni akan membuat kita semakin dekat dengan harmoni sekaligus pula merasakan romantika. Ah… Sayang, tulisan ini sudah cukup panjang dan penjelasan untuk poin ketiga ini bisa mencapai satu bab buku paling tidak. Saya takut menjelaskannya akan membuat tulisan ini tak lagi indah, yang pasti saya sudah memberi tahu poinnya. Anda sudah belajar agama, anda sudah belajar filsafat, anda sudah belajar budaya, anda sudah belajar ilmu sosial. Silahkan kaitkan, silahkan renungkan.
Berdasarkan poin-poin di atas, saya memantapkan langkah untuk mengajak kawan-kawan untuk turut dalam tindak saling mengindahkan. Tentu bukan keindahan romantika yang diutamakan sekalipun kita saat ini masih nempel di tembok duniawi, tapi keindahan harmoni yang saya kampanyekan untuk kita ikuti, keindahan yang sejati, yang sejalan dengan Dia. Mengikut keindahan romantika dapat membuat anda bunuh-bunuhan tetapi mengikut keindahan harmoni membuat anda dapat merasakan surga (Atau sejenisnya, tergantung kepercayaan anda). Untuk itulah saya mengajak anda untuk mendapatkan harmoni anda, I ask you to get your harmony.
Apakah tulisan saya cukup indah? Jika belum, silahkan anda mengindahkannya. Saya bukan orang yang suka kalau pemikiran saya ditelan mentah-mentah. Lagipula, usia saya masih remaja, yang saya ‘makan’ pun adalah ‘makanan-makanan’ remaja, jadi besar kemungkinan pemikiran ini pun masih remaja, butuh pendewasaan lebih lanjut. Tapi dibalik keremajaan tersebut, tersimpan hasrat besar untuk mengajak anda dalam tindak saling mengindahkan. Mari saling mengindahkan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar