Kamis, 20 Januari 2011

PENGOBATAN RUQYAH



DEFINISI: Ruqyah Syar'iyah adalah sebuah terapi syar'i dengan cara pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan do'a-do'a perlindungan yang bersumber dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang dilakukan seorang muslim, baik dengan tujuan untuk penjagaan dan perlindungan diri sendiri atau orang lain dari pengaruh jahat pandangan mata (al-'ain) manusia dan jin, kerasukan, pengaruh sihir, gangguan kejiwaan, berbagai penyakit fisik dan lain-lain; Maupun dengan tujuan untuk pengobatan dan penyembuhan bagi orang yang terkena salah satu diantara jenis-jenis gangguan dan penyakit tersebut.
PENTING: Istilah Ruqyah disertai kata Syar'iyah dimaksudkan bahwa, terapi ini dalam pelaksanaannya harus murni semurni-murninya sesuai dengan batasan-batasan Syari'ah Islam yang berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dan hal itu baik dalam kemurnian Aqidah, niat dan tujuan, muatan dan isi, maupun tata cara pelaksanaan. Jadi harus bersih sebersih-bersihnya dari unsur-unsur campuran yang tidak berdasar (bid'ah) dan yang melanggar hukum Syara'.

URGENSI RUQYAH SYAR'IYAH: 
1. Menghidupkan sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam  dalam hal penjagaan dan perlindungan diri serta terapi pengobatan penyakit jiwa maupun  fisik.
2. Minimnya pembentengan diri dengan wirid - wirid dan dzikir- dzikir syar'i, sehingga banyak kalangan yang berpeluang terkena pengaruh buruk pandangan mata kedengkian  manusia dan jin.  Disamping banyaknya korban kejahatan dunia sihir dan perdukunan.
3. Beragamnya faktor penyebab campur tangan dan gangguan jin di alam manusia melalui berbagai pintu, antara lain :
a. Pintu kelemahan kondisi psikologis (kejiwaan) seperti : Perasaan takut sekali, sedih sekali, marah sekali, kelalaian hati dari zikrudllah  dan semacamnya
b. Pintu memperturutkan hawa nafsu di tengah maraknya berbagai kemaksiatan.
c. Pintu bid'ah dengan segala macam dan tingkatannya yang tersebar di tengah - tengah masyarakat.
d. Pintu dunia perdukunan, peramalan dan sejenisnya.
e. Pintu dunia beladiri dan olah kanoragan dengan menggunakan tenaga dalam.
f. Pintu dunia olah pernafasan, meditasi dan semacamnya.
g. Pintu dunia pengobatan alternatif supranatural.
h. Kencederungan umum masyarakat kepada dunia klenik, mistik dan misteri. 
i. Dan lain - lain.
4. Ruqyah syar'iyah adalah  sarana da'wah yang sangat efektif untuk menyelamatkan aqidah masyarakat dari bahaya kesesatan dan kesyirikan yang diakibatkan oleh maraknya dunia klenik dan perdukunan yang semakin merajalela di tengah masyarakat akhir - akhir ini. Apalagi hal itu didukung oleh kebebasan media massa cetak maupun elektronik yang mengekspos dan mempromosikannya secara besar - besaran.
5. Ruqyah syar'iyah merupakan sarana dan faktor yang sangat efektif dalam penjagaan dan  peningkatan kondisi ruhani dan keimanan  khususnya bagi aktifis da'wah Islam.

A. Petunjuk Al-Qur’an Tentang Pengobatan

Banyak ayat Al Qur’an yang mengisyaratkan tentang pengobatan karena Al Qur’an itu sendiri diturunkan sebagai penawar dan Rahmat bagi orang –orang yang mukmin .
            “ Dan kami menurunkan Al Qur’an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang yang mu’min “( Al-Isra : 82 ). Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al Qur’an yaitu “ Asysyifa “ yang artinya secara Terminologi adalah Obat Penyembuh.” Hai manusia , telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa ,sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman ” ( Yunus : 57 ). 
           Disamping  Al Qur’an mengisyaratkan tentang pengobatan juga menceritakan  tentang keindahan alam semesta yang dapat kita jadikan sebagai sumber dari pembuat obat-obatan .” Dia menumbuhkan tanaman-tanaman untukmu, seperti zaitun, korma, anggur dan buah-buahan lain selengkapnya . sesungguhnya pada hal-hal yang demikian terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan ( An-Nahl : 11 ) Dan makanlah oleh kamu bermacam-macam sari buah-buahan, serta tempuhlah jalan–jalan yang telah digariskan Tuhanmu dengan lancar. Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam jenisnya dijadikan sebagai obat untuk manusia. Di alamnya terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan “ ( An-Nahl : 69 )

B. Metoda Pengobatan Para Rasul Sebelumnya.
1. Nabi Isa. As
           “ Dan akan dijadikan-Nya sebagai Rasul untuk Bani Israil .Katanya : Aku ini datang kepadamu membawa tanda Mukjizat dari tuhanmu yaitu aku dapat membuat dari tanah liat ini rangka burung untuk kalian, kemudian aku tiup lalu menjadi seekor dengan izin Allah. Dan aku sanggup menyembuhkan orang buta, penyakit sopak dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah    “ ( QS.Ali Imran : 49 ).
            Menurut para Mufassir, Nabi Isa mengobati penyakit buta dan sopak dengan cara diusap dengan tangan-Nya mata yang buta dan anggota tubuh yang terkena sopak dengan izin Allah melalui mukjizatnya maka seketika itu sembuh.       

2. Nabi Musa. As
             Sebagai seorang Rasul yang sangat dalam ilmunya dan sanggup melumpuhkan Fira’un sang raja kafir yang sangat kuat dan menguasai sebagian besar alam, karena sangat kuasanya sampai –sampai dia mengaku dirinya tuhan dari segala makhluk.” Maka berkata Fira'un : “ Akulah Tuhan yang maha tinggi “ ( An-Naziat : 24). Nabi Musa tidak terlepas dari sifat kemanusiannya yang merupakan Sunnatulloh yaitu sakit. Beliau pernah sakit lalu memetik sehelai daun yang diniatkan sebagai obat yang hakikatnya Allah yang menyembuhkan kemudian ditempelkan pada anggota yang sakit, karena Mukjizatnya seketika itu sembuh. Dan kedua kalinya beliau sakit kemudian memetik sehelai daun secara spontanitas tanpa diniatkan sebagai obat yang hakikatnya Allah Sang Penyembuh maka ketika itu sakitnya tidak sembuh .

C. Metoda Pengobatan Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul yang diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu kepada umat-Nya tidak lepas tingkah lakunya dari Al Qur’an karena beliau dijadikan sebagai suri tauladan yang baik untuk semua manusia.
           Firman Allah :“ Sesungguhnya pada diri Rasul itu ada terdapat suri tauladan yang baik untuk kamu ,bagi orang-orang yang mengharapkan Rahmat dan hari kemudian dan yang banyak yang memuja Allah “ ( Al Ahzab : 21) . Kata Imam Ali :“ Sesungguhnya semua tingkah laku Nabi Muhammad SAW adalah  Al Qur’an ”.
1. Ruqyah
          Ruqyah atau yang kita kenal dengan jampi–jampi merupakan salah satu cara pengobatan yang pernah diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammmad SAW. Ketika Rasullulloh sakit maka datang Malaikat Jibril mendekati tubuh beliau yang sangat indah kemudian  Jibril membacakan salah satu doa sambil ditiupkan ketubuh Nabi, seketika itu Beliau sembuh.inilah doanya “ BismIlahi arqiika minkulli syai-in yu’dziika minsyarri kulli nafsin au-ainiasadin Alloohu yasyfiika bismIlahi arqiika ”Ada tiga cara yang dilakukan Nabi dalam Ruqyah:
1. 1. Nafats.
           Nafats yaitu membaca ayat Al Qur’an atau doa kemudian ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan keseluruh badan pasien yang sakit.Dalam satu riwayat bahwasanya Nabi Muhammmad SAW apabila beliau sakit maka membaca “Al-muawwidzat” yaitu tiga surat Al Qur’an yang diawali dengan kata “ A’udzu ” Yaitu : surat An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas kemudian ditiupkan pada dua telapak tangannya lalu diusapkan keseluruh badan.
1. 2. Air liur yang ditempelkan pada tangan kanannya.
            Di riwayatkan oleh Bukhari-Muslim : Bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila ada manusia tergores kemudian luka ,maka beliau membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya, lalu diusapkan pada luka orang itu.Inilah  doanya.”ALLAHUMMA ROBBINNAS ADZHABILBAS ISYFI ANTASY-SYAFII LAA SYIFA-A ILLA SYIFA-UKA LAA YUGODIRU SAQOMAN ".
1. 3. Meletakkan tangan pada salah satu anggota badan.
Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan Utsman bin Abil Ash yang sedang sakit dengan sabdanya: “ Letakkanlah tanganmu pada anggota badan yang sakit kemudian bacalah “Basmalah 3x dan A’udzu bi-izzatillah waqudrotihi minsyarrima ajidu wa uhajiru 7x”
2. Doa Mukjizat
            Banyak do’a-do’a untuk kesembuhan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umat-Nya.Antara lain :” Allahumma isyfi abdaka yan-ulaka aduwwan aw yamsyi laka ila sholaah ” .
3. Dengan Memakai Madu.
           Sebagaimana Ayat diatas bahwa madu Allah jadikan sebagai obat maka Rasululloh menggunakan madu untuk mengobati salah satu keluarga shahabat yang sedanga sakit .Dalam satu riwayat, ada shahabat datang kepada Nabi SAW memberitahukan anaknya sedang sakit, kemudian Nabi menyuruh orang itu meminumkan anaknya madu asli sambil membaca doa.       

C. Metoda Pengobatan Hukama ( Ahli Hikmah )
             Ahli Hikmah adalah orang-orang  shalih yang diberikan oleh Allah ilmu dan Karomah sehingga dia tahu rahasia Allah. Para Ahli Hikmah umumnya dijadikan sebagai Thabib ( Dokter ) atau Paranormal oleh kebanyakan orang karena mereka mendapat bimbingan langsung dari Allah. ” Allah SWT memberikan Al-Hikmah (kebijaksanaan) kepada orang yang dikehendaki ”. Barangsiapa yang diberinya Al-Hikmah maka ia mendapat banyak kebaikkan. Hanya orang-orang yang mau berfikir yang dapat mengambil pelajaran” ( Al-Baqarah :269 )
1. Ruqyah ( Jampi-jampi )
             Ruqyah yang diajarkan malaikat Jibril kepada Nabi dan yang dilakukan oleh Nabi.  Lain dengan ruqyah yang dilakukan oleh Hukama, tetapi doa yang mereka gunakan  pengertiannya sama. Para ahli Hikmah apabila mengobati seseorang dengan cara ruqyah dengan membaca ayat Al Qur’an atau doa kemudian ditiupkan kedalam air yang nantinya air itu diminum oleh si Pasien. Salah satu contoh bacaan ruqyah Hukama : Membaca Al-Fatihah untuk Nabi, keluarga, shahabat dan para wali seperti Syeikh Abdul Qodir Jailani, kemudian membaca doa untuk kesembuhan .
2. Wafaq
  Wafaq ialah ayat Al Qur’an, Asma Allah, zikir atau doa yang ditulis diatas benda seperti kertas, kain yang dijadikan sebagai media pengobatan atau lainnya oleh para Ahli hikmah. Salah satu contoh : Wafaq untuk orang yang sakit hati (Liver) ditulis pada gelas putih kemudian diisi air lalu diminumkan. Insya Allah sembuh. (Tulis huruf  Ha besar 2 kali dan huruf Ain 6 kali).
Definisi.
An-Nusyroh adalah bentuk mahsdar dari kata “Nasyaro” yang artinya menebarkan. Firman Allah: ”Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka putus asa, dan Dia tebarkan RahmatNya, dan Dialah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji” (QS. Asy-Syuara : 28).
 Ø      Lois Ma’lu :  An-Nusyroh adalah Ruqyah yang mengobati orang yang sakit jiwa (gila) atau sakit-fisik.
Ø      Abu Sa’adat :  An-Nusyroh adalah bagian dari pengobatan Medis dan Ruqyah yang mengobati orang yang terkena sentuhan Jin.
Ø      Ibnu Jauzi :  Annusyroh adalah melepaskan pengaruh sihir pada orang yang terkena sihir. Tidaklah seorang mampu melepaskan pengaruh sihir melainkan orang yang mengerti tentang sihir.
Dasar Hukum.
Nabi saw ditanya tentang An-Nusyroh? Beliau menjawab: “ An-Nusyroh adalah perbuatan Syaitan ”. ( HR. Abu Daud ). Semula Nabi saw melarang mengobati dengan cara An-Nusyroh karena mengandung unsur syirik dan bersekutu dengan Jin dan Syaitan, tetapi kemudian beliau membolehkan jika An-Nusyroh dengan menggunakan ayat Al-Qur'an dan doa.
Methoda Pengobatan dengan An-Nusyroh.
Berdasarkan definisi diatas dapat kita rangkum An-Nusyroh adalah pengobatan dengan cara medis dan Ruqyah yang mengobati orang yang terkena pengaruh sihir dan sentuhan Jin dan Syaitan yang mempengaruhi fisik dan mental. Jadi mengobatan dengan cara An-Nusyroh ada dua cara:
1.   Pengobatan dengan Cara Medis.
Pengobatan dengan cara medis dengan menggunakan ilmu kedokteran atau dengan ramuan yang mengandung obat untuk menyembuhkan penyakit.
Madu dan Buah-buhan.
“Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dan dari perut lebah itu keluar minuman (Madu) yang bermacam-macam warnanya,  didalamnya ada obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda kebesaran tuhan bagi orang yang memikirkan” (QS. An-Nahl : 69)
Susu Murni.
“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagimu. Kami memberimu minum dari apa yang berada dalam perutnya berupa susu yang bersih antara kotoran dan darah yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya” (QS. An-Nahl : 66)
Korma Ajwa ( Korma Nabi ).
Korma adalah salah satu buah yang sering nabi anjurkan untuk mengkonsumsinya terutama bagi orang yang berbuka puasa, karena korma mengandung zat gula yang baik untuk pertumbuhan badan, ada korma khusus untuk pengobatan yaitu Korma Ajwa. 
Nabi saw bersabda:  ”Korma Ajwa adalah obat dari segala penyakit”
2.   Pengobatan dengan Cara Ruqyah.
Ruqyah adalah bentuk tunggal dari kata Ruqo artinya jampi-jampi maksudnya jampi-jampi dengan menggunakan bacaan atau mantra untuk menolak pengaruh sihir dan godaan Syaitan dan Jin yang mempengaruhi fisik dan mental manusia.
“Tidak ada Ruqyah kecuali untuk melepaskan pengaruh mata (sihir) dan sengatan hewan berbisa” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Attirmizi) “Dari Auf bin Malik berkata : Kami pernah me-Ruqyah seorang pada zaman Jahiliyah,   kemudian kami bertanya: Wahai Rosullulloh bagaimana menurut pendapatMu tentang yang demikian? Maka Nabi bersabda: Jelaskan kepadaKu tentang Ruqyah kalian. Tidaklah mengapa Ruqyah yang tidak ada unsur syirik” (HR. Muslim)
Bacaan untuk Me-Ruqyah :
1.  Istia’dzah (Mohon perlindungan).
“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al A’rof : 200).
Secara langsung Al-Qur'an tidak menjelaskan lafadz-lafadz yang dipakai untuk perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan tetapi kemudian Nabi mengajarkan  beberapa lafadz yang dibaca untuk berlindung kepada Allah dari godaan syaitan antara lain :
·         A’udzu bIlahi minasysyaithonir-rojim
·         A’udzu bIlahis-sami’il alim minasysyaithonir-rojiim
·         A’udzu bikalimatIlahit-taammaati minsyarrimaa kholaq
·         A’udzu bikalimaatIlahit-taammaati min godhobihi waI’qobihi wasyarri ibadihi wamin hamazaatisy-syayaathini wa-ayyahdhuurun
·         A’udzu biIzzatIlahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa-uhajiru
·         A’udzu bIlahi minasyyaithonir-rojim min hamzihi wanafkhihi wanaftsihi  
2.  Ayat Al-Qur'an.
Pada hakikatnya semua ayat Al-Qur'an dapat dijadikan sebagai pelindung orang-orang yang beriman dari segala godaan syaitan dan sebagai obat dari segala penyakit akan tetapi ada beberapa ayat atau surat tertentu yang diajarkan Nabi yang dapat dijadikan sebagai Ruqyah untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh pengaruh sihir atau godaan Syaitan dan Jin.    
“Dan apabila kamu membaca Al-Qur'an niscaya kami adakan antara kamu dan antara orang–orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding (pelindung) yang tertutup” (QS. Al Isra : 45).  ”Dan kami turunkan dari Al-Qur'an itu sebagai Penyembuh dan Rahmat bagi orang-orang yang Mukmin, dan ia (Al-Qur'an) tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim melainkan kerugian” (QS. Al Isra : 82)   
·         Al Muawwidzatain (An-Naas dan Al Falaq)
·         Al Fatihah
·         4 ayat diawal surat Al Baqarah
·         Al Baqarah ayat 163 dan 164
·         Ayat Kursi (Al Baqarah : 255)
·         3 ayat diakhir surat Al Baqarah
·         Ayat pertama surat Ali Imran
·         Ali Imran ayat 18
·         Al A’raf ayat 54
·         Al Mu’min ayat 116
·         Al Jin ayat 3
·         10 ayat diawal surat Ash- Shoffat
·         3 ayat diakhir surat Al Hijr
·         Yunus : 81
·         Al Anbiya : 70
·         Al Furqon : 23
·         Al A’rof : 118-119
3.  Doa Mohon Kesembuhan.
Banyak sekali doa untuk perlindungan dari syaitan  dan kesembuhan  penyakit yang ada didalam Al-Qur'an atau yang diajarkan oleh Nabi,  disini kami ungkapkan beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi:
·         BismIlahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba’dhina yasyfibihi saqiimana bi-izni robbina
·         Allahumma Robban-naas Azhibilbaas Isyfi antasysyaafii Laa syifaa-a Illaa syifaa-uka Syifaa-an laayugoodiru saqoman.
·         Amsahil baas Robbannaas Biyadikasy-syifaa Laa kaasyifalahu Illaa anta
Tata-cara Me-Ruqyah.
Setiap penyakit itu ada obatnya,  jika tepat obatnya maka penyakit akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla” (HR. Muslim). Firman Allah : ”Jikalau Allah menimpakan bahaya (penyakit) kepadamu maka tidak ada yang dapat menghalanginya selain Dia dan jikalau Allah menghendaki kebaikan untukmu maka tidak ada yang dapat menghalangiNya, kebaikan itu diberikan olehNya kepada orang yang dikehendaki dari hamba-hambaNya. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Yunus: 107)
Tidaklah semua orang dapat disembuhkan dengan Ruqyah Al-Qur'an atau doa-doa yang diajarkan oleh Nabi, apabila jiwanya tidak diisi dengan ke-yaqin-nan dan penuh pasrah kepada Allah serta tidak menyimpang dari ketentuan Ruqyah.
> Dibacakan dan ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan pada anggota badan mulai dari kepala, muka, bagian depan badan dada dan seterusnya.
“Hadits dari A’isyah: Bahwasanya Nabi saw apabila berbaring ditempat tidur maka Ia gabungkan kedua telapak tanganNya, kemudian ditiupkan pada keduanya sambil membaca “Al Muawwidzat” (Al Ikhlas, Al Falaq dan Annas) lalu beliau mengusapkan kedua telapak tangan mulai dari bagian kepala,  bagian muka dan  bagian depan badan hingga tubuh yang dapat dijangkau . Beliau kerjakan tiga kali. A’isyah berkata: ”Tatkala aku merasa sakit maka beliau menyuruh aku mengerjakan seperti ini” (HR. Bukhari-Muslim)
> Dibacakan pada ibu jari kemudian ditempelkan pada bumi lalu ibu jari diletakkan pada anggota tubuh yang sakit.
“Hadits dari A’isyah: Bahwasanya Nabi saw apabila ada seorang merasa tubuhnya ada yang sakit maka beliau meletakkan ibu jariNya pada tanah kemudian diangkatnya sambil membacakan doa: ”BismIlahi turbatu ardhinaa Biriiqoti ba’dhinaa Yusqoobihi saqiimunaa Bi-izni robbinaa” (HR. Bukhari dan Muslim)
> Mengusapkan tangan pada anggota yang sakit sambil membaca Ruqyah.
“Hadits dari A’isyah: Bahwasanya Nabi saw pernah mendoakan salah satu kelarganya yang sakit dengan meletakkan tangan kanannaya (pada tubuh yang sakit) sambil membaca: ”Allahumma robbannaas Azhibil baas Isyfi antasysyafii Laa syifaa-a illaa syifaauka Syifaa-an laa yugoodiru saqoman” (HR. Bukhari dan Muslim)
> Dibacakan Ruqyah pada bejana yang berisi air dan ditiupkan ke-dalamnya kemudian menyuruh penderita untuk meminumnya atau mandi dengan air tersebut.
“Hadits dari A’isyah,   Ia pernah membawa air zamzam kemudian ia memberitahu (kepada para shahabat) bahwasanya Rosululloh saw membacakan doa pada air zamzam yang ada dalam bejana dari kulit lalu beliau menuangkan air itu pada gelas dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit” (HR. Muslim).      
 “Dan Allah menurunkan kepadamu air hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan Syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mempertaguh dengannya telapak kakimu (pendirianmu) “ (QS. Al Anfal : 11)
Didalam Islam bersuci ada dua bagian: pertama bersuci yang bersifat lahiriyah yaitu bersuci badan dari hadats dan najis dengan air muthlak dan kedua bersuci yang bersifat bathiniyah yaitu menjauhkan diri dari sifat-sifat yang buruk yang disebabkan oleh pengaruh Syaitan.
Cara Meminum air Zamzam atau air Asma :
·         Meminum air dengan niat untuk kebaikan dunia dan akhirat
·         Menghadap kiblat ketika hendak meminum
·         Membaca shalawat untuk Nabi saw
·         Membaca Basmalah
·         Membaca doa.
·         “Allahumma inni as-aluka ilman nafi’an warizqon wasi’an wasyifa’an min kulli da’in”
·         Tiga kali nafas ketika meminum
·         Minum sampai rasa haus hilang
·         Setelah minum kemudian air diusapkan pada kepala, muka dan dada tiga kali.   
Penyakit yang Dapat Disembuhkan dengan Ruqyah.
> Perintah untuk Berobat :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menurunkan suatu penyakit,  kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya, baik obat yang telah diketahui oleh orang maupun yang belum diketahuinya,  kecuali mati” (HR. Al-Hakim) “Berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit,  kecuali telah diturunkan pula obatnya,  selain penyakit yang satu yaitu penyakit tua (pikun) “ (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
> Perintah Konsultasi kepada Ahli Pengobatan :
“Maka pertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai keahlian jika kamu tidak mengetahui” (QS. An-Nahl : 43) “Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya(propesinya) “ (QS. Al Isra : 84). Nabi saw bersabda: ”Obat segala kesulitan adalah bertanya (konsultasi)
> Larangan dalam Berobat :
Berobat kepada yang bukan Ahlinya :
 “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu kedalam kebinasaan dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al Baqarah: 195). Nabi saw bersabda: ”Apabila sesuatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya”
Berobat dengan Sesuatu yang Dilarang Allah :
 “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan obat untuk penyembuhanmu pada hal-hal yang diharamkan atasmu” (HR. Aththabrani). Meskipun berobat itu diperintahkan agama tetapi penggunaan obat dibatasi pada hal-hal yang halal. Jadi tidak dibenarkan menjadikan sesuatu yang haram menjadi obat,  seperti berobat dengan meminum darah atau minuman keras atau berobat dengan memakan makanan yang diharamkan Allah. ”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai,   darah,  daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama selain Allah” (QS. Al Baqarah : 173)
I.   Penyakit Fisik.
Sebab-sebab Penyakit terdiri dari Dua Golongan :
·         Sebab-sebab dari dalam ialah kelainan-kelainan dari tubuh sendiri yang pada umumnya tidak diketahui dengan jelas apa sebabnya.
·         Sebab-sebab dari luar ialah segala sebab yang asalnya dari luar.  Hal ini dapat dibedakan menjadi enam macam:
·         Sebab Mekanis,  seperti luka terkena benda tajam atau tumpul,  kena tembak atau terjatuh.
·         Sebab Fisik, seperti terkena api atau benda panas, terkena aliran listrik, disambar petir
·         Sebab Kimia,  seperti keracunan.
·         Sebab jasad Renik atau Makro, seperti bakteri, virus, serangga atau cacing-cacing.
·         Sebab kekurangan unsur tertentu dalam konsumsi, seperti vitamin, mineral, yudium.
·         Sebab kejiwaan, seperti kesusahan, trouma, ketakutan.    
Mengobati penyakit fisik lebih dominan menggunakan medis atau ilmu kedokteran tetapi tidak menjamin untuk sembuh maka solusinya banyak pasien yang datang untuk berobat Atternatif seperti Terapi,   Reflexsiologi,   Ruqyah atau lainnya
II.   Penyakit disebabkan Pengaruh Sihir, Syaitan atau Jin.
·         Sihir perceraian
·         Sihir guna-guna
·         Sihir Hipnotis
·         Sihir gila
·         Sihir lesu
·         Sihir suara panggilan
·         Sihir penyakit
·         Sihir pendarahan
·         Sihir menghalangi sesuatu ( Rejeki, tamu, keinginan beribadah, dll. )
·         Sihir mandul atau susah hamil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar